Cintaadalah suatu penyakit, orang yang dihinggapinya tidak pernah ingin disembuhkan. 38. Jiwaku adalah dari tempat lain, saya yakin itu, dan saya berniat untuk berakhir di sana. 39. Kau harus hidup di dalam cinta, sebab manusia yang mati tidak dapat melakukan apa pun. Siapa yang hidup? Dia yang dilahirkan oleh Cinta. 40.
kalianmempunyai cinta, kalian akan memahaminya. Rangkaian bait puisi yang diunggah oleh Jalaluddin ar-Rumi. Seorang sufi yang berperan sebagai pencari hakikat di balik syariat, penggelora cinta dalam penghambaan, pemabuk (ekstase) dalam kerinduan cinta, penyadar dalam percumbuan, pencinta yang dibatasi oleh kesempurnaan.
ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar.Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu
Dį»ch VỄ Hį» Trợ Vay Tiį»n Nhanh 1s. Jalaludin Rumi atau nama lengkapnya Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri adalah sang pujangga dari tanah Persia. Selain penyair dia juga tokoh sufi yang berpengaruh di zamannya dia lahir pada 30 September 1207 Masehi di Balkh sebuah kota kecil di kota Khurasan, Afghanistan dan meninggal pada 17 Desember 1273 Masehi di Konya Turki. KAU DAN AKU Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung, Kau dan Aku; Dalam dua bentuk dan dua wajah ā dengan satu jiwa, Kau dan Aku. Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku. Bintang-bintang Surga keluar memandang kita ā Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku. Kau dan Aku, dengan tiada Kauā atau Akuā, akan menjadi satu melalui rasa kita; Bahagia, aman dari omong-kosong, Kau dan Aku. Burung nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita ā Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku. Ini aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini ⦠Keduanya dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan ā Kau dan Aku. Puisi Oleh Jalaluddin Rumi DOA BUAT AKHLAK UTAMA Marilah kita memohon pertolongan Tuhan untuk mengendalikan diri adab kita orang yang tak mengendalikan diri akan dijauhkan dari karunia Sang Tuan. Orang yang tak berdisiplin tak hanya merusak diri sendiri dia menyebabkan seluruh dunia terbakar. Kemurungan dan penderitaan apapun yang menimpa dirimu adalah akibat ketidaksopanan dan keangkuhanmu. Orang yang akhlaknya tidak sopan di jalan Sahabat adalah sesorang perampok yang menyamun manusia dia bukanlah manusia. Karena disiplin Langit dipenuhi cahaya, akibat disiplin para Malaikat menjadi bersih dan suci. Karena ketidaksopanan matahari mengalami gerhana, dan keangkuhan menyebabkan 'Azazil terdepak dari pintu. Puisi Oleh Jalaluddin Rumi, Mas. I, 78 āAKU DI SINIā Suatu malam seorang berseru āAllah!ā berulang-kali hingga bibirnya menjadi manis oleh puji-pujian bagi-Nya. Setan berkata, āHai kau yang banyak berkata-kata, mana jawaban āAku di siniā labbayka atas semua seruan āAllahā ini? Tak satu pun jawaban yang datang dari āArsy berapa lama kau akan berkata āAllahā dengan wajah suram? Ia pun patah hati dan berbaring tidur dalam mimpi dia melihat Nabi Khidir di antara dedaunan, Yang berkata, āDengar, engkau telah berhenti memuji Tuhan mengapa engkau sesali zikirmu kepada-Nya?ā Dia menjawab, āKarena tak datang jawaban āAku di siniā aku takut diriku dijauhi dari Pintu-Nya.ā Nabi Khidir menyahut, āJustru sebaliknya; Tuhan berfirman Sesungguhnya āAllahā dalam zikirmu adalah āAku di siniā-Ku, dan sesungguhnya permohonan dan duka Dan semangatmu adalah utusan-Ku kepadamu. Ketakutan dan cintamu adalah jerat untuk menangkap Karunia-Ku Di balik setiap āO Tuhanā-Mu selalu ada āAku di siniā dari-Ku.ā Puisi Oleh Jalaluddin Rumi, Mas. III, 189 CINTA LAUTAN TAK BERTEPI Cinta adalah lautan tak bertepi, langit hanyalah serpihan buih belaka. Ketahuilah langit berputar karena gelombang Cinta andai tak ada Cinta, dunia akan membeku. Bila bukan karena Cinta, bagaimana sesuatu yang organik berubah menjadi tumbuhan? Bagaimana tumbuhan akan mengorbankan diri demi memperoleh ruh hewani? Bagaimana ruh hewani akan mengorbankan diri demi nafas Ruh yang menghamili Maryam? Semua itu akan menjadi beku dan kaku bagai salju, tidak dapat terbang serta mencari padang ilalang bagai belalang. Setiap atom jatuh cinta pada Yang Maha Sempurna dan naik ke atas laksana tunas. Cita-cita mereka yang tak terdengar, sesungguhnya, adalah lagu pujian Keagungan pada Tuhan. Puisi Oleh Jalaluddin Rumi, Mas. V, 3853 DAYA TARIK CINTA Cinta dan khayalan menciptakan ribuan bentuk indah seperti Yusuf; sesungguhnya mereka adalah ahli sihir yang lebih mahir daripada Harut dan Marut. Di depan matamu mereka menghidupkan bayangan Sang Kekasih; engkau terpesona dan mengungkapkan seluruh rahasiamu kepadanya. Bagai seorang ibu, di depan kuburan anaknya yang baru meninggal dunia, Berbicara kepadanya benar-benar dan sungguh-sungguh; karena dilanda dukacita, ia membayangkan tanahnya menjadi hidup. Dan di dalam hatinya percaya sang anak mendengarkannya. Lihatlah, daya tarik itu disebabkan oleh Cinta! Dengan mesra dan penuh air mata, berulang kali dengan bijak ia letakkan bibirnya, di atas tanah segar makam anaknya. Sebegitu rupa, seakan selama hidup sang anak tersayang, tidak pernah ia menciumnya. Namun cinta kepada yang mati takkan bertahan lama ketika hari-hari berkabungnya telah berlalu, kobaran dukacitanya pun lenyap. Cinta membawa pergi pesonanya apinya pun hilang, hanya tinggal abunya. Puisi Oleh Jalaluddin Rumi, Mas. V, 3260 CINTA DALAM KETIADAAN Betapa tak ākan sedih aku, bagai malam, tanpa hari-Nya serta keindahan wajah hari terang-Nya? Rasa pahit-Nya terasa manis bagi jiwaku semoga hatiku menjadi korban bagi Kekasih yang membuat pilu hatiku! Aku sedih dan tersiksa karena Cinta demi kebahagiaan Rajaku yang tiada bandingnya. Titk air mata demi Dia adalah mutiara, meski orang menyangka sekedar air mata. Kukeluhkan jiwa dari jiwaku, namun sebenarnya aku tidak mengeluh aku cuma berkisah. Hatiku bilang teriksa oleh-Nya, dan kutertawakan seluruh dalihnya. Perlakukanlah aku dengan benar, O Yang Maha Benar, O Engkaulah Mimbar Agung, dan akulah ambang pintu-Mu! Di manakah sebenarnya ambang pintu dan mimbar itu? Di manakah sang Kekasih, di manakah ākitaā dan āakuā? O Engkau, Jiwa yang bebas dari ākitaā dan āakuā, O Engkaulah hakekat ruh lelaki dan wanita. Ketika lelaki dan wanita menjadi satu, Engkau-lah Yang Satu itu; ketika bagian-bagian musnah, Engkau-lah Kesatuan itu. Engkau ciptakan āakuā dan ākitaā supaya memainkan puji-pujian bersama diri-Mu, Hingga seluruh āakuā dan āengkauā dapat menjadi satu jiwa serta akhirnya lebur dalam sang Kekasih. Puisi Oleh Jalaluddin Rumi, Mas I. 1776 KERANA CINTA Kerana cinta duri menjadi mawar kerana cinta cuka menjelma anggur segar Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman Kerana cinta api yang berkobar-kobar Jadi cahaya yang menyenangkan Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari Kerana cinta batu yang keras menjadi lembut bagaikan mentega Kerana cinta duka menjadi riang gembira Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus Kerana cinta sakit jadi sihat Kerana cinta amarah berubah menjadi keramah-ramahan Puisi Oleh Jalaluddin Rumi CINTA āDia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan, Saya mencintainya dan Saya mengaguminya, Saya memilih jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, Kekasih yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai, Dia begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna. Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta yang tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan dia dan mereka adalah adalah sebuah rahasia Jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya Puisi Oleh Jalaluddin Rumi PERNYATAAN CINTA Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata, Kusimpan kasih-Mu dalam dada. Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu, Segera saja bagai duri bakarlah aku. Meskipun aku diam tenang bagai ikan, Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan Kau yang telah menutup rapat bibirku, Tariklah misaiku ke dekat-Mu. Apakah maksud-Mu? Mana kutahu? Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu. Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu, Bagai unta memahah biak makanannya, Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa. Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara, Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata. Aku bagai benih di bawah tanah, Aku menanti tanda musim semi. Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi, Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi. Puisi Oleh Jalaluddin Rumi DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji. Dia tidak di Salib. Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno. Tidak ada tanda apa pun di dalamnya. Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah, dan ke Kandahar Aku memandang. Dia tidak di dataran tinggi maupun dataran rendah. Dengan tegas, aku pergi ke puncak gunung Kaf yang menakjubkan. Di sana cuma ada tempat tinggal legenda burung Anqa. Aku pergi ke Kaābah di Mekkah. Dia tidak ada di sana. Aku menanyakannya kepada Avicenna lbnu Sina sang filosuf Dia ada di luar jangkauan Avicenna ⦠Aku melihat ke dalam hatiku sendiri. Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya. Dia tidak di tempat lain. Puisi Oleh Jalaluddin Rumi
Membaca puisi-puisi Jalaluddin Rumi, seperti membaca kitab cinta. Cinta yang menembus ruang dan waktu, cinta yang melampaui dunia dan seisinya, cinta yang menyentuh langit. Puisi-puisinya berbicara tentang cinta pada Tuhan, cinta pada semesta, cinta pada sesama Rumi, demikian sang filsuf penyair kelahiran Afganistan ini sering disebut, merupakan refleksi dari bagaimana menangkap pengalaman batin dari berbagai peristiwa dan kejadian yang menghasilkan sebuah kegelisahan. Kegelisahan tentang pertanyaan kehadiran Tuhan di halaman hati kita, kegelisahan tentang rasa cinta pada Tuhan, semesta, dan manusia yang diolah dalam sebuah proses kreatif, direnungkan secara mendalam dan digabungkan dengan nilai-nilai transendental sehingga menjadi puisi-puisi cinta yang menyentuh jiwa Rumi ini juga bisa menjadi sebuah fungsi dari hasil pengamatan dari sebuah waktu sejarah yang dilalui oleh sang penyair, ada yang luput tak terjamah sejarah, di sini mungkin puisi dengan getir dan haru mencatatnya, dengan sebuah bahasa yang bisa menjadi indah. Tentunya pembaca puisi dalam membaca pesan moral dalam puisi, juga dituntut untuk punya kreatifitas yang bisa membawanya menguak makna dari kata-kata yang di sajikan penyair .Pada titik inilah Upaya yang dilakukan oleh Haidar Baqir, penulis kelahiran solo, alumni S-3 jurusan filsafat Universitas Indonesia UI dengan menerjemahkan Puisi-puisi Jalaluddin Rumi patut kita apresiasi. Dengan memilih dan memilahnya menjadi puisi-puisi pendek agar bisa dituliskan dalam media sosial twitter. Sehingga para pembaca bisa menikmati puisi-puisi tentang keagungan cinta yang bisa membuat kita hidup dengan seluruh rahmatNYA.āMari kita pahat permata dari hati yang membatu/ dan membuatnya sinari jalan kita/ menuju cintaā Dengan gaya ungkap yang Liris, Rumi mentransformasikan antara ākegelisahan jiwaā Penyair dengan ākesadaran penyair itu sendiri. Puisi-Puisinya juga seakan sebuah percakapan antara ānuraniā dan ārealitas yang harus dihadapiā. Dimana segala Hal ihwal hidup ada di kedalaman hati nurani .ā Tempat terindah di muka bumi adalah titik pusat hatimu, tempat hidup bermulaā hal 38 Rumi mengajak kita semua untuk selalu berkaca pada hati nurani, karena di situlah diri sejati kita berada, segala kehidupan yang sebenarnya bermula. Bukan kehidupan yang penuh atas puisi-puisi Rumi juga menghasilkan sebentuk pemahaman bahwa kita harus selalu menebarkan kebaikan di manapun dan dalam kondisi apapun, karena hal inilah yang membuat hidup kita sebagai manusia menjadi berarti.āDalam malam penuh derita dan kegelapan, jadilah lilin yang tebarkan cahaya, hingga fajar tibaā hal 48Betapa banyaknya orang mendefinisikan cinta, tetapi semua definisi tersebut selalu berhenti pada pengertian yang menggetarkan hati, definisi-definisi tersebut tak bisa dengan tepat menggambarkan apa itu cinta. Karena cinta adalah sebuah ālakuā sebuah proses yang tiada henti. Cinta hadir di dalam jiwa setiap manusia, dan menunggu kita untuk melaksanakan segala rasa dan isyarat tersebut agar selaras mewujud menjadi perilaku kita sehari-hari.ājangan tanya apa yang bisa dibuat dan diberikan oleh cinta. Lihat saja warna-warni duniaā Hal 93 Puisi-puisi Rumi terkadang juga mendekonstruksikan apa yang selama ini kita pahami sebagai sebuah kebenaran. Salah satunya adalah tentang pencarian Tuhan, banyak diantara kita mencari Tuhan di kehidupan padahal Tuhan ada di dalam diri kita, Tuihan lebih dekat dari urat nadi leher kita, sepertiyang ada di halaman 111ā kaucari Tuhan, itu masalahnya. Tuhan dalam dirimulah yang sedang mencarimuāBerapa kali kita meninggalkan Tuhan dalam hidup ini, tetapi Tuhan selalu mencintai kita tanpa syarat cinta Tuhan inilah yang harus selalu kita upayakan, bahwa mencintai kemanusiaan itu harus tanpa syarat baik itu syarat suku, agama, ras, atau golongan apapun. Kalau hal ini bisa diterapkan tentu tidak ada teror dan pembunuhan atas nama salah satu unsur penyusun puisi yaitu diksi, puisi-puisi Rumi juga menggunakan metafora dalam diksi-diksinya sehingga menjadi puisi yang indah, bertransformasi dari metafora imajinatif menjadi makna konseptual yang dalam dan mengandumg estetika, seperti dalam Halaman 135ā ada segumpal pagi dalam dirimu yang menanti untuk merekah menjadi cahayaāājadilah bak mentari, beri berkah dan rahmat/ Bak malam demi menutupi salah orang/ bak air demi alirkan kedermawanan/ bak bumi demi pelihara kedalaman makna yang bisa kita tafsirkan di dalamnya tentang kehidupan manusia, dimanapun kita selalu bisa menjadi cahaya yang menerangi Rumi menjadi relevan ketika setiap saat kita melihat tentang huru hara politik, teror, dan siasat siasat licik yang menimbulkan luka-luka hal ini bermula dari ketiadaan cinta. Sehingga menjelma menjadi manusia-manusia yang berbahaya. Untuk itulah membaca puisi-puisi Rumi yang diterjemahkan Haidar Bagir ini, bisa memberikan kontemplasi yang dalam agar kita kembali ke jalan cinta. Agar dunia ini menjadi indah penuh warna warni cinta, sebagai mana yang dikatakan almarhum Gus Dur jangan hanya berhenti mencintai agama, tapi agamakanlah cinta.ādalam cahayamu kubelajar mencinta/ dalam jelitamu, membuat puisi/ Kau menari dalam dadaku/dari itu menjelmalah seni iniā hal 141Ketua Majelis Sastra Madiun
Apakah kalian sudah mengetahui mengenai sosok penyair sufi terbesar di dunia yang lahir di Afganistan pada abad ke-12? Kalau kalian sudah mengetahui, penyair besar tersebut tak lain ialah Maulana Jalaluddin Rumi. Maulana Jalaluddin Rumi lahir di Balkh, Afganistan, pada 30 September 1207 dan meninggal di Konya, Turki, pada 17 Desember 1273. Rumi merupakan seorang penyair sufi ahli ilmu tasawwuf yang banyak memperkenalkan ajaran-ajaran agama Islam, ketuhanan, cinta, serta pengalaman kehidupan lewat puisi-puisinya yang indah dan mampu diterima secara akal sehat. Rumi juga merupakan murid dari Syeikh Syams Tabrizi yang merupakan seorang ulama tersohor, penyair, dan seorang ahli ilmu tasawwuf. Syeikh Syams Tabrizi pulalah yang mempengaruhi karya-karya puisi Rumi terkait agama Islam. Kali ini, saya akan membahas beberapa karya-karya puisi Rumi yang merefleksikan ajaran-ajaran atau ketuhanan agama Islam, serta berbagai harapan kehidupan dan juga cinta dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda; yang semoga bisa membuat kita semakin memahami ajaran Islam dan kehidupan ini secara mendalam dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa kutipan dari puisi-puisi Rumi yang merefleksikan ajaran-ajaran, ketuhanan agama Islam, cinta, serta berbagai ajaran kehidupan. 1. "Jangan Berduka, Segala yang Hilang Darimu akan Kembali dalam Bentuk yang Lain." Pada kutipan puisinya ini, Rumi mengajak kepada kita semua agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Pada saat Rumi menciptakan puisinya ini, Rumi tengah merasakan kehilangan yang mendalam akibat berpulangnya sang guru tercinta, yakni Syekh Syams Tabrizi. Akan tetapi, Rumi tidak ingin berlarut dalam kesedihan dan mencoba menghibur diri dengan membuat puisi ini, dan mengatakan bahwa semua ini merupakan kehendak Tuhan. 2. "Ada Banyak Cara Menuju Tuhan, tapi Aku Memilih Cinta." Pada kutipan puisinya ini, Rumi mencoba mengajak kita semua untuk hidup dengan penuh cinta. Kehidupan sejatinya akan bermuara kembali kepada Tuhan, dan ada banyak sekali cara untuk menuju-Nya. Akan tetapi, Rumi mengajak kepada kita semua untuk mencapai Tuhan dengan cara cinta. Karena dengan cara cintalah kita bisa mencapai Tuhan tanpa mengurangi fungsi kita sebagai manusia. 3. "Jika Engkau Belum Mampu Mempersembahkan Doamu yang Khusyuk, Maka Tetaplah Persembahkan Doamu yang Kering, Munafik, dan Tanpa Keyakinan; Karena Tuhan dengan Rahmat-Nya, Akan Tetap Menerima Mata Uang Palsumu." Pada kutipan puisinya ini, Rumi seakan-akan tak henti-hentinya mengajak kepada kita semua untuk jangan berhenti berdoa, sekalipun doa itu tidak dibarengi keyakinan. Pada puisinya ini, Rumi seakan-akan hendak memberitahukan kepada kita semua, bahwa Tuhan akan tetap mengasihi hamba-Nya sekalipun hamba-Nya tersebut meragukan kasih-sayang-Nya. 4. "Cinta itu Seperti Sholat, Keduanya Batal tanpa Kesucian." Pada kutipan puisinya ini, Rumi seperti hendak menegaskan kepada kita semua yang hendak hidup dengan saling mencintai agar senantiasa menjaga cinta kita dengan kesucian. Pada kutipan puisinya ini, Rumi mengajak kita semua untuk senantiasa membersihkan cinta kita agar terbebas hasrat duniawi semata. 5. "Ini Jalanmu dan Milikmu Sendiri. Orang Lain Mungkin Berjalan Bersamamu, tapi Tak Ada yang Menggantikanmu Berjalan." Pada kutipan puisinya ini, Rumi secara lembut menegaskan kepada kita semua agar tidak hidup bergantung kepada siapapun kecuali Tuhan. Pada kutipan puisinya ini, Rumi juga seakan hendak menjelaskan kepada kita semua agar menjadi manusia yang merdeka dan jangan mau diperbudak oleh apapun dan siapapun. Itu tadi merupakan beberapa kutipan dari puisi-puisi Maulana Jalaluddin Rumi yang merefleksikan hakikat agama, kehidupan, dan juga cinta. Adapun kutipan-kutipan lainnya dapat kalian baca pada sumber-sumber yang lain. Itu saja yang ingin saya sampaikan, semoga apa yang ulasan ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Di akhir kalimat saya ucapkan terima kasih. Salam.
Ini adalah kisah cinta Victor Hugo, salah satu novelis, penyair, dan penulis naskah drama terpenting dari Perancis. Ia pernah jatuh cinta yang begitu dalam pada sosok perempuan yang dikenalnya sejak kecil di Paris. Perempuan itu ia nikahi karena satu sama lain saling mencintai. Paris, bagi Hugo, adalah kota kelahiran jiwanya. Kota yang juga menyemai cinta di hatinya. Meskipun perjalanan cintanya tidaklah mulus, tapi Cinta pulalah yanh membuatnya semakin produktif dalam berkarya. Ratusan surat cinta ia tulis untuk belahan jiwanya, wanita yang ia anggap sebagai istri bahkan sebelum sah menikah. Persis seperti yang ia tulis dalam slah surat cintanya. "Oh, kini kamu adalah milikku! Pada akhirnya kamu menjadi milikku! Segera dalam beberapa bulan, barangkali, malaikatku akan tertidur di rengkuhan lenganku, terbangun di rengkuhan lenganku, akan hidup di sana. Seluruh pikiranmu dalam setiap saat, seluruh penampilanmu akan diperuntukkan bagiku; seluruh pikiranku, setiap saatku, semua penampilanku, adalah untukmu! Maafkan racauan suamimu ini yang memelukmu, memujamu, kedua-duanya bagi hidup ini dan hidup lainnya kelak." Itulah penggalan surat cinta Hugo untuk Adele, pujaan hati Sastrawan terkemuka Prancis itu. Keyakinan Hugo akan cintanya berbuah manis, 26 April 1819, satu setengah tahun setelah ibunya meninggal dan Hugo mendapat dana pensiun kerajaan dari Louis XVIII untuk kumpulan puisinya yang pertama, Odes Et Poesies Diverses, di usia Hugo yang ke19 dan Adele 16 tahun, keduanya bersumpah di depan altar untuk sehidup semati. Namun, setelah sepuluh tahun usia pernikahan mereka, tibalah masa pengkhianatan yang menyakitkan. Adele diam-diam menjalin cinta dengan Charles Saint Beuve, kolega dekat Hugo sekaligus kritikus puisi yang kerap menyambangi rumah Hugo. Hugo pun patah hati, ambyarr, saat mendapati istrinya berkhinat. Luka hatinya itu tersurat dan tersirat dalam kumpulan puisi berjudul Les Feuilles d'automne yang Hugo terbitan tahu 1831. Di masa kekacauan hatinya inilah, Hugo bertemu dengan Juliette Drouet, seorang aktris muda dan bintang porno. Juliette membuat Hugo jatuh cinta. Hugo pun berhasil membuat Juliette meninggalkan karier sebagai bintang porno yang mesti dijalaninya sebab kesulitan ekonomi. Sementara Juliette mampu memantik kembali bara dalam hati Hugo yang nyaris padam tersiram bah penghinatan. Mereka pun saling bersurat sejak saat itu. Berikut Surat cinta Victor Hugo kepada Juliette Drouet yang ditulis pada 31 Desember 1831
puisi cinta jalaludin ar rumi